Minggu, 17 April 2011

Indonesia Punya Kamera Fujica m1


Kalau China punya Diana dan Holga, penggemar lo-fi / toycam Indonesia patut bangga dengan kamera buatan Indonesia ini. Siapa yang tidak kenal dengan kamera ini ?, the one and only Fujica M1 (atau Fujica MA-1 versi internasionalnya).

Kamera ini Diproduksi mulai awal tahun 80an. Fujica MA-1 adalah varian akhir dari M1 yang ditampilkan pada Photokina 1982. Dari tahun 1985, kamera ini juga tersedia dalam warna biru dan merah.

Ini adalah kamera low-end, dengan fokus tetap f 8/ 42mm lensa Fujinon dengan 3 elemen, setting aperture dengan dua simbol cuaca (cloudy f / 8 dan sunny f / 11) dan setting aperture untuk lampu kilat (flash f / 8).

Hanya ada satu kecepatan rana sekitar 1/ 60 sampai 1 / 100 detik. Jadi jangan goyang saat mengambil gambar, atau kamu akan mendapati hasil foto yang goyang (shaking)

Kamera ini mempunyai sistem pemutar dengan roda bergerigi dengan tombol shutter hijau dengan bentuk persegi panjang.

View findernya yang agak ke kiri menyebabkan paralax errornya yang cukup berpengaruh, apalagi kamera lo fi seperti ini jarang dilengkapi paralax compentation

ISO yang direkomendasikan untuk kamera ini ISO 100 sudah cukup untuk kondisi cuaca cerah di Indonesia yang terletak di kahtulistiwa

Sepertinya mereka lupa untuk mendesain speed blub pada kamera ini, jadi jika ingin mengambil foto di tempat yang kurang cahaya coba gunakan ISO yang lebih tinggi atau dengan Flash. Dan ada satu lagi tidak adanya fitur multiple exposure, tapi untung saja sistem kamera ini dapat diakali dengan jurus tiga jari.

Fokus di kamera ini lumayan membingungkan. Kamera ini mempunyai fokus hanya sekitar 0,5 meter sampai 2 meter. Jadi kamera ini tidak terlalu cocok bila kamu ingin mendapatkan gambar landscape yang fokus. Tapi kamera ini cocok untuk foto portrait atau jarak dekat.

Jangan berharap kamu akan mendapatkan flare dari kamera ini, setelah saya coba berkali kali untuk mengambil foto menghadap matahari, saya mendapati hasilnya tanpa flare sama sekali, kalaupun muncul flare tidak berbentuk lingkaran seperti pada Vivitar UWS

Vignette di kamera ini lumayan unik, terkadang muncul di sebelah saja , tapi paling banyak muncul di bagian atas gambar, kemungkinan besar terjadi vignette karena pengaturan aperture unik berupa plat yang menutupi bagian bawah saja

Hot shoenya yang tebal kadang tidak muat untuk beberapa flash. Dan untuk flash dengan ukuran besar kadang sampai menutupi tombol shutter

Karena umur kamera ini yang lumayan tua, perlu untuk membersihkan lensanya, cukup dengan air dan lap yang lembut, agar didapatkan hasil foto yang lebih jernih

Plus
Kamera ini layak untuk dimiliki penggemar lo-fi / toycam Indonesia, apalagi kamera buatan Indonesia ini sudah tidak diproduksi lagi, hanya sebagian didapatkan dari pasar loak
Dengan harga yang lumayan murah, hasilnya hampir bersaing dengan Holga 135 (BC)
Minus
Tidak ada fitur Blub dan fokus yang lumayan aneh

Gereja

Merpati

1


Spesifikasi Teknik Fujica M1
Merek : Fujica
Model : M-1 / MA-1
Negara pembuatan : Indonesia
Awal produksi : 1982
Film format : 135 atau 35mm
Aperture : Flash f/8, Cloudy f/8, dan Sunny f/11
Shutter Speed : Sekitar 1/60 sampai 1/100 detik
Fokus : Free fokus dengan jarak terdekat 0,5 meter
Format gambar : 24mm X 36mm
Lens : 42mm f/8
Recommendasi ISO : 100
Dimensi : 11,4 cm x 7,1 cm x 5,4 cm
Berat: : 180 gram
Akesori : flash, hand strap, lens cap, soft case, manual book

Link yang relevan
Profil pembuat kamera Fujica M1
http://www.pdat.co.id/ads/html/S/ads,20030625-93,S.html
Review Fujica M1 oleh Dimas Ario
http://thepopism.multiply.com/photos/album/61/Selayang_Pandang_Mengenai_Kamera_Fujica_M1
Review Fujica M1 oleh Dimas Ario di Blog FourCornersDark (Nic Nichols)
http://nicnichols.com/FourCornersDark/?page_id=790
Spesifikasi Teknik Fujica M1
http://www.collection-appareils.fr/fuji/html/fujica_ma_1.php

Minggu, 10 April 2011

Tips dan Trik Mempercepat Internet Smart Haier C700


Baru beberapa minggu beli HP Modem terbaru dari SMART, Haier C700, saya merasa kurang puas dengan performa internetnya yang tergolong

lemot alias lambat banget. Mungkin gara-gara promosi HP-nya yang ada di mana-mana membuat banyak orang membeli HP tersebut. Alhasil, koneksi internet ke server SMART membludak hingga akses internet jadi lemot.

Setelah membaca artikel dari HackCenter dan chuacollection yang cukup menarik perhatian saya, saya mencoba bereksperimen dengan kedua referensi di atas. Hasilnya, saya menemukan beberapa tips dan trik untuk mempercepat koneksi internet HP Modem SMART C700. Apakah hanya untuk C700? Bagaimana dengan SMART tipe ZTE C261 yang notabene juga “satu saudara” dengan Haier C700? Caranya juga sama kok.. Namanya juga adik-kakak.. Dalam tutorial ini saya menggunakan Windows XP dan HP modem Haier C700 (punya yang tipe itu doank sih..)

Cukup dengan perkenalannya sekarang saatnya kita beraksi..!! Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa driver HP sudah terinstalasi dengan baik. Saya tidak akan menjelaskan langkah-langkah menginstall driver-nya karena hal tersebut sudah ada dalam broser petunjuk. Silahkan dibaca..

Sekarang tekan kombinasi tombol [Windows] + [R] atau menu [Start - Run] untuk memunculkan kotak dialog “Run“. Ketik dalam kotak yang tersedia: “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) disertai tombol Enter. Dalam jendela “Group Policy“, bukalah folder berikut:

Computer Configuration – Administrative Templates – Network – QoS Packet Scheduler

Dalam folder yang bersangkutan anda akan menemukan entri “Limit reservable bandwith Properties“. Klik dua kali untuk melakukan pengaturan. Pada jendela yang muncul, klik pada pilihan “Enabled” dan ubah manual “Bandwith limit” ke 0%. Klik tombol Ok untuk melanjutkan dan restart komputer anda.

Hal tersebut akan meniadakan akses bandwith yang digunakan oleh Microsoft sehingga seluruh bandwith yang tersedia dapat digunakan untuk akses internet biasa dan mempercepat koneksi internet.

Berikutnya adalah mengubah pengaturan (setting) koneksi Smart itu sendiri yaitu pada bagian username, password, dan dial number. Perubahan yang dilakukan ternyata berpengaruh pada kecepatan akses internet. Berikut adalah yang bisa anda coba:

1 (default)
Username : smart
Password : smart
dial no. : #777

2
Username : cdma
Password : cdma
dial no. : #777

3
Username : smart
Password : smart
dial no. : *31*11111#

4
Username : cdma
Password : cdma
dial no. : *31*11111#

5
Username : wap
Password : wap
dial no. : *31*11111#

6
Username : telkom
Password : telkom
dial no. : 080989999

Namun pada percobaan yang saya lakukan (setidaknya oleh HP dan laptop yang saya miliki), setting yang bisa dicoba hanya pada nomor 1 dan 2 dimana dial number tetap pada “#777“. Saya tidak tahu apakah di tempat berbeda setting yang lain juga bisa dicoba?? Tips: setting nomor 2 terbukti lebih cepat dan stabil pada koneksi internetnya.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mempercepat koneksi internet adalah dengan meletakkan HP C700 dalam wajan cekung seperti yang biasa digunakan untuk memasak di dapur. Cara ini terbukti dapat meningkatkan performa antena HP sehingga penerimaan sinyal HP menjadi stabil dan tidak putus-putus. Bisa juga dengan meletakkan HP di atas lempengan aluminium yang cukup panjang sehingga sinyal yang diterima oleh HP dapat semakin banyak.

Hal berikutnya yang bisa kita lakukan adalah dengan memodifikasi browser internet yang kita gunakan. Cobalah gunakan browser Mozilla Firefox dan ikuti langkah-langkah mudah “Mempercepat Mozilla Firefox 3.5 Gila-gilaan” yang sudah saya posting sebelumnya.

Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan kepada anda semua. Anda memiliki tips dan trik lainnya? Silahkan bagikan dalam blog ini..

Tips Art Fotografi


Jenis dari Element of Art Fotografi itu sebenarnya banyak, hanya saja saya akan menjelaskan beberapa diantaranya. Berikut ini adalah elemen dalam Art Fotografi:

1. Rule of Third
Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang Umum dilakukan dimana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto

2. Shape
Komposisi foto yang berisi shape adalah dengan adanya objek yang akan membentuk suatu bentuk abstrak yang diakibatkan karena pembandingan dua keadaan cahaya yang berbeda.
Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar. Kita bisa ambil contoh foto yang mengandung unsur shape adalah foto shilouet, foto tersebut membandingkan objek yang dalam keadaan terang dan gelap dimana objek yang gelap atau tidak terkena cahaya atau objek di depan cahaya itu akan membentuk shape .

3. Tekstur
Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pola. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.

4. Perfektif
Foto dengan unsure persfektif mempunyai objek yang berjarak atau seakan-akan berjarak, unsure ini biasanya dipadukan dengan unsure garis, karena biasanya foto dengan unsure perfektif dapat berupa garis.

5. Garis
Fotografer kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar.

6. Framing
Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek. Frame biasanya dibentuk oleh fotografer sebagai batas penglihatan objek dan biasanya frame yang digunakan di dalam foto itu sendiri memakai objek lain

7. Reflection
Unsur dalam foto ini merefleksikan objek nyata ke objek yang ada di sekitarnya, biasanya objek yang di jadikan sebagai objek refleksinya, yaitu, air dan lantai yang berwarna putih dan yang bisa memantulkan kembali dan menggambarkan objek aslinya,

JENIS JENIS TINTA SABLON


Tinta bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.
JENIS CAT WATERBASE:
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.
CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.
CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.
CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.
CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.
CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan “Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.
JENIS CAT PLASTISOL:
CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.
CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.
CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.
CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.
SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.
HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.
WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.
NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.
JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.
FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.
FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.
SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.
GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.
REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.
DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.
DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.
SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.
ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.
SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.
HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.
COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.
RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.
HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.
EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.

MENGENAL PERALATAN SABLON


Sebelum kita tau tentang teknis proses menyablon, lebih dahulu kita kudu kenal beberapa peralatan dan perlengkapan yang penting dalam sablon.
Peralatan inti yang kita butuhin beserta penjelasannya ney..

1. Film sablon. Ni bisa dikatakan model gambar/desain/tulisan yang bakal kita tuangkan dalam obyek sablon (kaos, kertas, plastik, karton, dsb. Film ini dibikin melalui desain komputer yang diprint pake tinta laser (sebenere pake tinta printer biasa siy bisa aja, tapu hasilnya kurang bagus/tajam). Desain sablon kebanyakan dibikin pake Corel ataupun Adobe.

2. Screen (baca: skrin), ni media yang dipake untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya bermacam-macam, misalnya ada screen yang berukuran 30×40cm, 20×30 cm, sampe ada screen ukuran “raksasa” yang biasa dipake wat bikin spanduk.

3. Rakel. Ni temennya Screen, gunanya untuk mengkuaskan tinta sablon yang ada di Screen supaya tercipta gambar di obyek sablon. Bahannya dari karet yang diberi pegangan kayu memanjang.

4. Tinta sablon. Bermacam-macam jenis dan nama tinta bergantung dari sablonan apa yang mo kita bikin. Tinta yang buat sablon kos aja ada banyak macamnya. Ada juga tinta sablon kaos yang bisa bikin timbul setelah kita setrika.

5. Cairan-cairan pencampur. Ni gunanya wat mencampurkan tinta agar sesuai dengan tingkat kekentalan and warnanya. Bisa cairan M3, M3 Super, tinner, minyak tanah, dan sebagainya.

6. Meja sablon. Tentunya kalo kita mo nyablon perlu meja sablon wat ngletakin obyek sablonannya. Meja sablon ni terbuat dari rangka besi ato kayu. Di bagian atas adalah kaca transparan, dan dibawahnya diletakkan lampu neon agar bisa terlihat jelas saat menyablon.

7. Hair dryer. Jangan kira alat ini cuman dipake di salon aja. Ni berguna untuk mengeringkan sablonan, apalagi pada saat musim hujan yang jarang ada sinar matahari terik.

8. Lampu Neon, temannya meja sablon. Diletakkan di bawah kaca meja yang ditempel dengan rangka besi ataupun kayu.

9. Tempat penjemuran. Ini bisa berupa kayu panjang berukuran 1,5 meter untuk tempat menjemur kaos yang sudah disablon agar cepat kering. Jumlahnya tergantung banyaknya kaos yang disablon. Peran sinar matahari terik sangat dibutuhkan agar proses pengeringan lebih cepat.

10. Beberapa peralatan pendukung. Seringnya kita lebih banyak membutuhkan beberapa peralatan pendkung agar menyablon lebih mudah dan cepat. Banyak perlatan yng kadang tak terpikirkan malah bisa mmebantuk proses menyablon ini